Rabu, 25 Desember 2013

cerita ku !!!


Perkenalan Yang Kelam
Tahun ajaran baru pun dimulai disebuah SMAN 1 *piipp* setelah mengikuti MOS para siswa baru mulai mengikuti pelajaran. Disini lah kisahnya berawal, di sekolah itu ada seorang gadis yang bernama Irina Fernanda namun sering dipanggil Iren yang masih duduk dikelas X SMA. Ia gadis yg ramah, ceria, namun sederhana dan  tidak begitu cantik. Ia mempunyai sahabat dekat bernama Fatir Azhari yg sering dipanggil Fatir, walaupun perkenalan mereka diawali dengan pertengkaranan tapi mereka sangat akrab bahkan seringkali orang-orang menyangka mereka pacaran. Namun persahabatan mereka ternodai karena diam-diam Iren mengagumi sosok Fatir sahabatnya, Iren sangat bahagia karena ini kali pertama ia jatuh cinta. Hari-hari nya begitu indah,hidupnya menjadi lebih berwarna walaupun kekagumannya itu hanya ia dan tuhan yang tahu.
Disuatu hari, disaat Iren dan Fatir sedang berbincang-bincang di koridor kelas, Fatur menanyakan tentang bagaimana perasaan Iren dengan nya.
“ Iren, aku boleh tanya nggak ??” Tanya Fatir
“ boleh, apa ?” jawab Iren
“ kita kan bersahabat tapi kita sering juga digosipkan pacaran sama anak-anak lainnya” ujar Fatir
“ iya, terus kenapa ?” lanjut Iren
“ emm, sebenarnya perasaan kamu sama aku itu gimana sih ?” Tanya Fatir
“ emm, biasa aja kan kita sahabat gimana sih kamu ini” jawab Iren, sambil menundukan kepala untuk menghilangkan rasa gugup diwajahnya.
“o . . syukur lah kalau begitu ”kata Fatir dengan sedikit menarik nafas.
Disela-sela pembicaraan itu, datang seorang gadis yang berparas cantik,manis dan anggun gadis itu bernama Friska. Yang tidak lain adalah teman Iren waktu masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, Friska berjalan menghampiri Iren dan Fatir
“ hai, Iren “ sapa Friska
“ hai, ada apa fris?” Tanya Iren
“ oh iya, aku kesini mau pinjam buku Bahasa Indonesia” jawab Friska
“ memangnya buku mu kenapa?” ujar Iren
“ buku aku ketinggalan di rumah, boleh nggak?” kata Friska dengan wajah memelas
“ iya boleh, tunggu aku ambilkan dulu” kata Iren disertai dengan senyuman
Iren pun mengambilkan buku yang ingin dipinjam Friska, sementara itu Friska dan Fatir menunggu di koridor kelas.

Seminggu kemudian
Friska dan Fatir semakin akrab, namun Iren tidak mencurigai hal itu karena menurutnya berteman itu boleh dengan siapa saja termasuk dengan Friska. Semakin hari, Friska dan Fatir semakin akrab sampai-sampai Fatir tidak ada lagi waktu untuk berbincang-bincang dengan Iren sahabatnya sekaligus orang yang mencintainya. Iren pun mulai curiga apakah ada hubungan special antara Fatir dan Friska sekarang?? Pertanyaan itu berkecamuk dalam hati Iren,Iren pun semakin penasaran dengan mereka.
Dipagi hari yang cerah, semua orang sudah ramai dengan aktifitas nya masing-masing disekolah. Ada pun segerombol anak tengah berbincang-bincang,  Iren tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka seketika Iren melintas didepan mereka. Iren pun menghampiri mereka,
“ maaf, apakah aku tidak salah dengar apa yang kalian bicarakan tadi ??” Tanya Iren
“ oh . . tentang Friska dan Fatir jadian itu ??” jawab salah satu anak disitu
“ iya. .”kata Iren semakin penasaran
“ masa sih kamu tidak tahu, kamu kan sahabat Fatir juga teman nya Friska??” kata seorang anak yang berada disitu dengan wajah yang seolah tidak percaya
“ iya, aku sama sekali itu mengetahui hal itu” Iren menegaskan
“ iya memang benar, mereka sudah jadian semua orang juga sudah tahu kok” jawab mereka lagi
“oh gitu, makasih ya” kata Iren dan Iren pun berlalu
Mendengar berita itu Iren sangat hancur sekaligus takjub mendengarnya. Iren pun berjalan lunglai menuju kelas,”apakah pertemuan mereka di koridor kelas tempo hari itu awal dari segalanya, jika itu benar aku sangat menyesal sudah mempertemukan mereka “ pikir Iren
Sesampainya dikelas Iren hanya termenung entah apa yang harus ia lakukan, entah apa yang ia ingin bicarakan yang pasti hari yang cerah ini tidak mengiringi dengan suasana hati Iren saat ini.
“Teng . . teng  . . teng “ bel pulang pun berbunyi
Tak terasa Iren menghabiskan waktunya hanya dengan termenung dan hati yang penuh dengan luka serta pikiran yang penuh dengan beribu pertanyaan hari ini.
Keesokan harinya, Iren bertemu dengan Fatir dan Friska dikantin sekolah.
“ hai Iren  “sapa mereka
“ eh, ada apa “ sahut Iren sambil menengok kearah mereka
“ makan bareng yuk ?” ajak Fatir
“ ah, nggak usah. Aku lagi ada keperluan” kata Iren
“buru-buru banget emang nya keperluannya penting ya…??”sahut Friska yang saat itu menggandeng tangan Fatir
“iya.” Jawab Iren yang saat itu menahan air mata yang ingin meluncur bebas di pipi nya.
Iren pun berlalu,sesampainya dikelas Iren masih ingat betapa inginnya dia menggandeng tangan Fatir seperti apa yang dilakukan Friska saat dikantin tadi. Iren semakin terpuruk, hidup yang dulu penuh warna kini kabut kelam telah menyelimutinya, cinta pertamanya yang tak seindah cinta pertama pada dongeng yang berakhir dengan kebahagiaan.
Iren pun langsung membuka buka buku dairynya dan menulis ungkapan dan perasaan nya saat ini.
Dear dairy,
Kenapa didunia ini harus ada cinta . . .?
Kalau itu hanya membuat orang sakit hati,seperti aku
kenapa aku diberikan rasa ini,kalau ujungnya kenyataan pahit yang ku terima
kamu tega,mengapa kau biarkan aku mencintai mu . .?
Mengapa kau berikan aku harapan kosong ini . . .?
Mengapa kau perlakukan aku lebih dari seorang teman. . .?
Apakah kamu tau betapa sakitnya aku,ketika kenyataan pahit itu datang . . ?
Nggak kan !,
Harapan kosongmu itu membuatku rapuh,disaat aku pertama kali merasakan apa itu cinta. . .!
Ya Tuhan, hambamu tahu ini ujian mu
Hambamu tahu bahwa ujian yang kau berikan ini pasti bisa ku lewati
Tapi ya allah,berikan hambamu ini kekuatan untuk menahan ini semua dan menjadikan ini suatu pelajaran
Tiga bulan kemudian,
Hubungan Fatir dan Friska dikabarkan putus karena ada perselingkuhan diantara mereka, namun Iren tidak ingin menjadikan momen ini sebagai kesempatannya untuk mendapatkan Fatir orang yang selama ini dicintai nya dan orang yang telah membuat cinta pertamanya berakhir dengan sakit hati.
Iren malah dengan tegas dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin sakit untuk kedua kalinya karena orang yang sama. Ia berkeinginan untuk melupakan dan menghilangkan semua yang dulu pernah ia rasakan, namun apalah daya Iren tetap tak bisa menahan dan menghilangkan rasa itu. Walaupun sudah beribu cara ia telah lakukan, Iren hanyalah seorang gadis yang baru merasakan jatuh cinta dan merasakan betapa sakitnya patah hati.
Setelah Fatir dan Friska putus, Fatir mulai mendekati Iren lagi. Namun sesuai dengan janji Iren dengan dirinya sendiri ia tidak ingin sakit hati untuk kedua kalinya, setiap Fatir mendekati Iren. Iren selalu mencoba untuk menjauh, sampai disuatu hari  Fatir mencegat Iren ketika ia ingin memasuki perpustakaan sekolah. Iren pun tak mampu untuk menghindar lagi dari Fatir
“ Iren !! kenapa sih kamu sekarang?” Tanya Fatir
Iren hanya menggelengkan kepalanya.
“ aku ada salah apa?” Fatir kembali bertanya
“ aku tidak apa-apa, dan kamu nggak ada salah” jawab Iren dengan wajah yang dingin
Iren pun berlalu memasuki perpustakaan sekolah, Fatir pun semakin penasaran mengapa Iren berubah dingin seketika seperti ini dengannya.
Tiba lah, musim libur semester Fatir dan Iren pun semakin jauh. Karena mereka tidak sekelas lagi dan beda jurusan meski begitu, Iren tetap menyimpan perasaan yang mendalam dengan Fatir.
Dua tahun kemudian,
Sekarang Iren dan Fatir telah duduk dikelas XII SMA, dan memasuki masa-masa ujian nasional. Selama ini juga Iren masih menyimpan perasaannya kepada Fatir walaupun sekarang mereka sangat jarang berbicara walau hanya bertegur sapa. Iren bukannya membiarkan rasa ini semakin hidup dikehidupanya, ia pun sangat jenuh dengan perasaan yang bertepuk sebelah tangan ini, Iren pernah mencoba untuk menaruh harapan dengan seseorang memang berhasil untuk sedikit menghilangkan ingatan iren dengan Fatir namun didalam hati kecilnya Fatir lah segalanya.
Ujian pun berlangsung lancar dan mereka lulus dengan nilai yang baik terutama Iren, Iren mendapatkan sebagai lulusan dengan nilai terbaik disekolahnya. Tibalah diacara perpisahan anak 12 acara yang ditunggu-tunggu para anak kelas 10 dan 11 namun acara yang sangat mengharukan bagi anak kelas 12.
Acara berlangsung dengan lancar, tibalah dipenghujung acara yaitu acara hiburan. Semua berbaur disana dengan gembira, hanya Iren yang masih duduk sendiri dikursi tiba-tiba Fatir menghampirinya dan mengajaknya untuk bicara empat mata dengan nya.
“ selamat ya . .! untuk prestasi yang diraih” ucap Fatir
“ iya, terima kasih “ sahut Iren singkat
“ aku mau minta maaf sama kamu, jika selama ini aku ada salah sama kamu” jelas Fatir
“ tidak perlu kamu minta maaf dengan aku, karena tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan di dunia ini” tegas Iren yang disertai senyum
“ benarkah !! terimakasih” balas Fatir.
Hari itu berlalu, Iren sadar jika caranya keliru karena telah menghindar untuk melupakan seseorang dan ia pun mampu mengambil pelajaran dari masalah yg dialaminya selama ini bahwa dengan kebencian tidak menyelesaikan masalah. Iren pun kini membuka lembaran baru dan menutup rapat-rapat kenangan maa lalu walaupun rasanya untuk Fatir masih ada menempati sebagian relun hatinya.
Karya: Iriani Taufik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar