Perkenalan Yang Kelam
Tahun ajaran baru pun
dimulai disebuah SMAN 1 *piipp* setelah mengikuti MOS para siswa baru mulai
mengikuti pelajaran. Disini lah kisahnya berawal, di sekolah itu ada seorang
gadis yang bernama Irina Fernanda namun sering dipanggil Iren yang masih duduk
dikelas X SMA. Ia gadis yg ramah, ceria, namun sederhana dan tidak begitu cantik. Ia mempunyai sahabat
dekat bernama Fatir Azhari yg sering dipanggil Fatir, walaupun perkenalan
mereka diawali dengan pertengkaranan tapi mereka sangat akrab bahkan seringkali
orang-orang menyangka mereka pacaran. Namun persahabatan mereka ternodai karena
diam-diam Iren mengagumi sosok Fatir sahabatnya, Iren sangat bahagia karena ini
kali pertama ia jatuh cinta. Hari-hari nya begitu indah,hidupnya menjadi lebih
berwarna walaupun kekagumannya itu hanya ia dan tuhan yang tahu.
Disuatu hari, disaat
Iren dan Fatir sedang berbincang-bincang di koridor kelas, Fatur menanyakan
tentang bagaimana perasaan Iren dengan nya.
“ Iren, aku boleh tanya
nggak ??” Tanya Fatir
“ boleh, apa ?” jawab
Iren
“ kita kan bersahabat
tapi kita sering juga digosipkan pacaran sama anak-anak lainnya” ujar Fatir
“ iya, terus kenapa ?”
lanjut Iren
“ emm, sebenarnya
perasaan kamu sama aku itu gimana sih ?” Tanya Fatir
“ emm, biasa aja kan
kita sahabat gimana sih kamu ini” jawab Iren, sambil menundukan kepala untuk
menghilangkan rasa gugup diwajahnya.
“o . . syukur lah kalau
begitu ”kata Fatir dengan sedikit menarik nafas.
Disela-sela pembicaraan
itu, datang seorang gadis yang berparas cantik,manis dan anggun gadis itu
bernama Friska. Yang tidak lain adalah teman Iren waktu masih duduk di Sekolah
Menengah Pertama, Friska berjalan menghampiri Iren dan Fatir
“ hai, Iren “ sapa
Friska
“ hai, ada apa fris?”
Tanya Iren
“ oh iya, aku kesini
mau pinjam buku Bahasa Indonesia” jawab Friska
“ memangnya buku mu
kenapa?” ujar Iren
“ buku aku ketinggalan
di rumah, boleh nggak?” kata Friska dengan wajah memelas
“ iya boleh, tunggu aku
ambilkan dulu” kata Iren disertai dengan senyuman
Iren pun mengambilkan
buku yang ingin dipinjam Friska, sementara itu Friska dan Fatir menunggu di
koridor kelas.
Seminggu kemudian
Friska dan Fatir
semakin akrab, namun Iren tidak mencurigai hal itu karena menurutnya berteman
itu boleh dengan siapa saja termasuk dengan Friska. Semakin hari, Friska dan
Fatir semakin akrab sampai-sampai Fatir tidak ada lagi waktu untuk
berbincang-bincang dengan Iren sahabatnya sekaligus orang yang mencintainya.
Iren pun mulai curiga apakah ada hubungan special antara Fatir dan Friska
sekarang?? Pertanyaan itu berkecamuk dalam hati Iren,Iren pun semakin penasaran
dengan mereka.
Dipagi hari yang cerah,
semua orang sudah ramai dengan aktifitas nya masing-masing disekolah. Ada pun
segerombol anak tengah berbincang-bincang, Iren tidak sengaja mendengar pembicaraan
mereka seketika Iren melintas didepan mereka. Iren pun menghampiri mereka,
“ maaf, apakah aku
tidak salah dengar apa yang kalian bicarakan tadi ??” Tanya Iren
“ oh . . tentang Friska
dan Fatir jadian itu ??” jawab salah satu anak disitu
“ iya. .”kata Iren
semakin penasaran
“ masa sih kamu tidak
tahu, kamu kan sahabat Fatir juga teman nya Friska??” kata seorang anak yang
berada disitu dengan wajah yang seolah tidak percaya
“ iya, aku sama sekali
itu mengetahui hal itu” Iren menegaskan
“ iya memang benar,
mereka sudah jadian semua orang juga sudah tahu kok” jawab mereka lagi
“oh gitu, makasih ya”
kata Iren dan Iren pun berlalu
Mendengar berita itu
Iren sangat hancur sekaligus takjub mendengarnya. Iren pun berjalan lunglai
menuju kelas,”apakah pertemuan mereka di koridor kelas tempo hari itu awal dari
segalanya, jika itu benar aku sangat menyesal sudah mempertemukan mereka “ pikir
Iren
Sesampainya dikelas
Iren hanya termenung entah apa yang harus ia lakukan, entah apa yang ia ingin
bicarakan yang pasti hari yang cerah ini tidak mengiringi dengan suasana hati
Iren saat ini.
“Teng . . teng . . teng “ bel pulang pun berbunyi
Tak terasa Iren
menghabiskan waktunya hanya dengan termenung dan hati yang penuh dengan luka
serta pikiran yang penuh dengan beribu pertanyaan hari ini.
Keesokan harinya, Iren
bertemu dengan Fatir dan Friska dikantin sekolah.
“ hai Iren “sapa mereka
“ eh, ada apa “ sahut
Iren sambil menengok kearah mereka
“ makan bareng yuk ?”
ajak Fatir
“ ah, nggak usah. Aku
lagi ada keperluan” kata Iren
“buru-buru banget emang
nya keperluannya penting ya…??”sahut Friska yang saat itu menggandeng tangan
Fatir
“iya.” Jawab Iren yang
saat itu menahan air mata yang ingin meluncur bebas di pipi nya.
Iren pun
berlalu,sesampainya dikelas Iren masih ingat betapa inginnya dia menggandeng
tangan Fatir seperti apa yang dilakukan Friska saat dikantin tadi. Iren semakin
terpuruk, hidup yang dulu penuh warna kini kabut kelam telah menyelimutinya,
cinta pertamanya yang tak seindah cinta pertama pada dongeng yang berakhir
dengan kebahagiaan.
Iren pun langsung
membuka buka buku dairynya dan menulis ungkapan dan perasaan nya saat ini.
Dear dairy,
Kenapa didunia ini harus ada cinta . . .?
Kalau itu hanya membuat orang sakit hati,seperti aku
kenapa aku diberikan rasa ini,kalau ujungnya
kenyataan pahit yang ku terima
kamu tega,mengapa kau biarkan aku mencintai mu . .?
Mengapa kau berikan aku harapan kosong ini . . .?
Mengapa kau perlakukan aku lebih dari seorang teman.
. .?
Apakah kamu tau betapa sakitnya aku,ketika kenyataan
pahit itu datang . . ?
Nggak kan !,
Harapan kosongmu itu membuatku rapuh,disaat aku
pertama kali merasakan apa itu cinta. . .!
Ya Tuhan, hambamu tahu ini ujian mu
Hambamu tahu bahwa ujian yang kau berikan ini pasti
bisa ku lewati
Tapi ya allah,berikan hambamu ini kekuatan untuk
menahan ini semua dan menjadikan ini suatu pelajaran
Tiga bulan kemudian,
Hubungan Fatir dan
Friska dikabarkan putus karena ada perselingkuhan diantara mereka, namun Iren
tidak ingin menjadikan momen ini sebagai kesempatannya untuk mendapatkan Fatir
orang yang selama ini dicintai nya dan orang yang telah membuat cinta pertamanya
berakhir dengan sakit hati.
Iren malah dengan tegas
dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin sakit untuk kedua
kalinya karena orang yang sama. Ia berkeinginan untuk melupakan dan
menghilangkan semua yang dulu pernah ia rasakan, namun apalah daya Iren tetap
tak bisa menahan dan menghilangkan rasa itu. Walaupun sudah beribu cara ia
telah lakukan, Iren hanyalah seorang gadis yang baru merasakan jatuh cinta dan merasakan
betapa sakitnya patah hati.
Setelah Fatir dan
Friska putus, Fatir mulai mendekati Iren lagi. Namun sesuai dengan janji Iren
dengan dirinya sendiri ia tidak ingin sakit hati untuk kedua kalinya, setiap
Fatir mendekati Iren. Iren selalu mencoba untuk menjauh, sampai disuatu hari Fatir mencegat Iren ketika ia ingin memasuki
perpustakaan sekolah. Iren pun tak mampu untuk menghindar lagi dari Fatir
“ Iren !! kenapa sih
kamu sekarang?” Tanya Fatir
Iren hanya
menggelengkan kepalanya.
“
aku ada salah apa?” Fatir kembali bertanya
“
aku tidak apa-apa, dan kamu nggak ada salah” jawab Iren dengan wajah yang
dingin
Iren
pun berlalu memasuki perpustakaan sekolah, Fatir pun semakin penasaran mengapa
Iren berubah dingin seketika seperti ini dengannya.
Tiba
lah, musim libur semester Fatir dan Iren pun semakin jauh. Karena mereka tidak
sekelas lagi dan beda jurusan meski begitu, Iren tetap menyimpan perasaan yang
mendalam dengan Fatir.
Dua
tahun kemudian,
Sekarang
Iren dan Fatir telah duduk dikelas XII SMA, dan memasuki masa-masa ujian
nasional. Selama ini juga Iren masih menyimpan perasaannya kepada Fatir
walaupun sekarang mereka sangat jarang berbicara walau hanya bertegur sapa.
Iren bukannya membiarkan rasa ini semakin hidup dikehidupanya, ia pun sangat jenuh
dengan perasaan yang bertepuk sebelah tangan ini, Iren pernah mencoba untuk
menaruh harapan dengan seseorang memang berhasil untuk sedikit menghilangkan
ingatan iren dengan Fatir namun didalam hati kecilnya Fatir lah segalanya.
Ujian
pun berlangsung lancar dan mereka lulus dengan nilai yang baik terutama Iren,
Iren mendapatkan sebagai lulusan dengan nilai terbaik disekolahnya. Tibalah
diacara perpisahan anak 12 acara yang ditunggu-tunggu para anak kelas 10 dan 11
namun acara yang sangat mengharukan bagi anak kelas 12.
Acara
berlangsung dengan lancar, tibalah dipenghujung acara yaitu acara hiburan.
Semua berbaur disana dengan gembira, hanya Iren yang masih duduk sendiri
dikursi tiba-tiba Fatir menghampirinya dan mengajaknya untuk bicara empat mata
dengan nya.
“
selamat ya . .! untuk prestasi yang diraih” ucap Fatir
“
iya, terima kasih “ sahut Iren singkat
“
aku mau minta maaf sama kamu, jika selama ini aku ada salah sama kamu” jelas
Fatir
“
tidak perlu kamu minta maaf dengan aku, karena tidak ada manusia yang lepas
dari kesalahan di dunia ini” tegas Iren yang disertai senyum
“
benarkah !! terimakasih” balas Fatir.
Hari
itu berlalu, Iren sadar jika caranya keliru karena telah menghindar untuk
melupakan seseorang dan ia pun mampu mengambil pelajaran dari masalah yg
dialaminya selama ini bahwa dengan kebencian tidak menyelesaikan masalah. Iren
pun kini membuka lembaran baru dan menutup rapat-rapat kenangan maa lalu
walaupun rasanya untuk Fatir masih ada menempati sebagian relun hatinya.
Karya: Iriani Taufik